InterActive dan Jalin Jajaki Kemitraan Switching serta Integrasi Software Kasir
InterActive menggelar pertemuan strategis bersama PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Resto Noesaka Studio One, Jakarta Pusat. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Jalin, Bapak Eko Dedi Rukminto, dan didampingi oleh Ibu Flonia selaku VP Sales serta jajaran Account Manager Jalin.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama penguatan infrastruktur pembayaran digital dan integrasi teknologi antara kedua perusahaan.
Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, Jalin menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi InterActive sebagai mitra switching Jalin. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran InterActive dengan jaringan switching nasional yang dikelola oleh Jalin. Kemitraan switching ini dipandang strategis dalam mendukung pengembangan layanan pembayaran digital yang aman, andal, dan sesuai dengan standar industri sistem pembayaran di Indonesia.
Selain kemitraan switching, Jalin juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung proses pengajuan izin InterActive sebagai Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) kategori 2 (PJP2). Bahkan, dalam pembahasan turut dibuka peluang apabila ke depan InterActive memutuskan untuk mengajukan izin sebagai PJP1, sesuai dengan roadmap pengembangan bisnis dan kesiapan sistem. Pendampingan ini diharapkan dapat mempercepat proses kepatuhan regulasi sekaligus memastikan pengembangan layanan InterActive sejalan dengan ketentuan otoritas terkait.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan awal terkait integrasi software kasir InterActive dengan perangkat POS Jalin. Integrasi ini ditujukan untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi merchant, mulai dari pencatatan transaksi di kasir hingga pemrosesan pembayaran melalui infrastruktur switching. Dengan integrasi ini, merchant diharapkan dapat mengelola operasional bisnis dan pembayaran dalam satu ekosistem yang lebih terhubung danefisien.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan awal terkait integrasi software kasir InterActive dengan perangkat POS Jalin. Integrasi ini ditujukan untuk menghadirkan solusi end-to-end bagi merchant, mulai dari pencatatan transaksi di kasir hingga pemrosesan pembayaran melalui infrastruktur switching.
Dengan integrasi ini, merchant diharapkan dapat mengelola operasional bisnis dan pembayaran dalam satu ekosistem yang lebih terhubung dan efisien.
Baca juga Artikel : Kunci UKM Naik Kelas di Era Go Digital
Kolaborasi antara InterActive dan Jalin diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi UMKM, khususnya dalam memperluas akses terhadap sistem pembayaran digital yang terstandarisasi dan terintegrasi. Dengan dukungan switching, perizinan PJP, serta integrasi perangkat POS, pelaku usaha dapat menjalankan transaksi secara lebih aman, cepat, dan transparan.
Langkah ini sekaligus mendorong UMKM untuk naik kelas melalui pemanfaatan teknologi pembayaran yang sebelumnya hanya diakses oleh segmen usaha berskala besar.
CEO InterActive Group, Bapak Alex Surya Rahardjo, menyampaikan bahwa sinergi dengan Jalin merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi layanan pembayaran InterActive.
“InterActive melihat kemitraan dengan Jalin sebagai bagian penting dalam membangun infrastruktur pembayaran yang andal dan patuh regulasi. Dukungan sebagai mitra switching serta pendampingan perizinan PJP akan mempercepat langkah kami dalam menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan terintegrasi bagi merchant,” ujar Alex.
Ia menambahkan bahwa integrasi software kasir dengan perangkat POS menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha dalam mengelola transaksi secara menyeluruh.
Direktur Utama Jalin, Eko Dedi Rukminto, menegaskan bahwa Jalin terbuka terhadap kolaborasi dengan mitra teknologi yang memiliki visi penguatan ekosistem pembayaran nasional.
“Jalin berkomitmen mendukung mitra yang ingin membangun layanan pembayaran sesuai standar industri. Kolaborasi dengan InterActive kami harapkan dapat menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan mendukung inklusi keuangan digital,” ungkap Eko. Menurutnya, sinergi lintas ekosistem menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sistem pembayaran nasional.